• Fri. Mar 5th, 2021

UT PRAWIRA

Making Higher Education Open to All

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh Diperairan Kepulauan Seribu

Jan 10, 2021

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Pontianak. Pesawat mulai hilang kontak pada pukul 14.40 WIB Sabtu, (09/01/2021).

Pesawat tersebut mengangkut 62 orang, yang terdiri dari 50 penumpang (40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi) dan 12 kru. 

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu sempat delay selama 30 menit. Pesawat delay karena kondisi cuaca buruk.

“Jadi tadi delay menurut informasi yang saya terima juga bahwa itu akibat hujan deras, sehingga ada delay 30 menit,” ujar Dirut Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (9/1/2021).

Sementara itu, Jefferson memastikan kondisi pesawat jenis Boeing 737-500 itu dalam kondisi sehat sebelum lepas landas. Sebelum jatuh, pesawat tersebut terbang mulus ke beberapa kota.

“Kalau kondisi pesawat, informasi yang saya peroleh juga bahwa kondisi pesawat dalam keadaan sehat. Karena sebelumnya juga sudah terbang ke Pontianak PP (pulang-pergi), pulang ke Pangkalpinang baru ini rute kedua ke Pontianak-nya,” katanya.

“Jadi harusnya tidak ada masalah ya dan dari laporan kan semuanya lancar,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mencari tahu apakah kondisi cuaca saat itu mempengaruhi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

“Kalau untuk cuaca, kami berkoordinasi sama BMKG kita sedang mengumpulkan semua data satelit, data server, data better forecaster-nya, terus dari briefing room-nya, semua kita lagi lagi kumpulkan. Jadi kami akan bersama BMKG untuk mengevaluasi cuaca yang terjadi saat itu seperti apa,” kata Soerjanto.

KNKT juga akan mewawancarai nelayan yang mengaku melihat ketika pesawat jatuh.

“Kami nanti juga mau wawancarai ada beberapa nelayan yang katanya melihat ketika pesawat jatuh. Kami akan wawancarai, tapi nomor teleponnya nelayan itu saya nggak dapet,” tambah Soerjanto.

Kapal patroli Kementerian Perhubungan menemukan serpihan daging di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di Kepulauan Seribu.

Kapten kapal, Eko, mengatakan, awalnya ia mendapat laporan dari nelayan yang mendengar ledakan seperti suara petir. Lalu pihaknya mengecek ke lokasi.

“Ada ditemuin serpihan-serpihan dari daging, mungkin tubuh dari manusia,” kata Eko seperti dikutip dari TV One.

Selain itu, Eko mengaku melihat avtur atau bahan bakar pesawat di lokasi.

“Ada avtur dari dalam, kebetulan di situ kedalaman perairan 15-16 meter,” kata dia. 

Bupati Kepulauan Seribu Djunaedi mengatakan, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak jatuh di sekitar Pulau Laki.

“Betul (di Pulau Laki),” ujar Djunaedi kepada seperti dikutip dari Kompas.com, ketika dikonfirmasi, Sabtu (9/01/2021).

Menurut Djunaedi, peristiwa terjadi pada Sabtu siang sekitar pukul 14.30 WIB. Djunaedi menyatakan bahwa ia menerima informasi tersebut dari pihak kelurahan setempat.

Dari pihak kelurahan ia menerima informasi bahwa seorang nelayan bubu sempat melihat ledakan api dari peristiwa twrsebut, kemudian meminta tolong kepada warga sekitar.