• Sun. Dec 5th, 2021

UT PRAWIRA

Making Higher Education Open to All

Jokowi: Pemerintah Terus Komitmen Jaga Kemerdekaan Pers dan Sikap Kritis

Oct 29, 2021

Presiden Joko Widodo(Jokowi) berkomitmen untuk menjaga kemerdekaan pers dan membuka ruang insan pers untuk menyuarakan kepentingan publik. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan di pembukaan dan sarasehan ikatan jurnalis televisi Indonesia(IJTI) dalam siaran virtual, Jumat( 29/10/2021).

“Pemerintah akan terus memegang teguh komitmen untuk menjaga kemerdekaan pers. Membuka ruang bagi insan pers untuk menyuarakan kepentingan publik. Terbuka atas sikap kritis dan solutif mengawal berbagai kebijakan pemerintah,” katanya.

Jokowi juga mengklaim sering mendengar kritikan untuk pemerintah. Terutama terkait hal-hal yang belum diselesaikan. “Kritik yang membangun itu sangat penting. Dan pemerintah akan menjawab dengan pemenuhan tanggungjawab agar membuahkan hasil yang diharapkan untuk kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Sementara itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut pun menjelaskan di tengah banjirnya informasi, peran para jurnalis semakin penting. Menjadi suluh dari kegelapan dan situasi tetap jernih serta membangkitkan optimisme dan harapan dalam masyarakat.

“Jurnalisme tidak sekedar fakta tetapi juga memperhitungkan dampak. Tidak saja good journalism, tapi juga wise juornalism. Jurnalisme yang bijak,” bebernya.

Jokowi pun menjelaskan pers saat ini harus mampu beradaptasi dengan cepat, gesit mengejar ketertinggalan. Cepat mempelajari kompetensi baru dan inovatif dalam menghadapi era disrupsi teknologi.

“Kehadiran berbagai platform media baru harus memacu para jurnalis lebih kreatif dan produktif. Terus memperkuat valuenya sebagai penyebar informasi yang kredibel. Meningkatkan kecermatan, menjaga independensi dan objektivitas,” bebernya

Tidak hanya itu, Jokowi juga menjelaskan kehadiran platform media baru juga harus mendukung transformasi kemajuan bangsa. Bukan semata-mata dimotivasi untuk menumpuk jumlah viewers, menumpuk jumlah subscriber, menumpuk jumlah like ataupun sekedar click bait.

“Tapi seharusnya bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat, bangsa dan kemanusiaan,” pungkasnya.[merdeka.com]