• Sun. Dec 5th, 2021

UT PRAWIRA

Making Higher Education Open to All

Ganjar, Anies, dan Prabowo Kembali Rajai Survei Capres 2024

Oct 30, 2021

Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) merilis hasil survei elektabilitas tokoh yang diperkirakan maju sebagai calon presiden (capres) pada kontestasi Pilpres 2024 . Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menduduki peringkat pertama sebagai capres paling potensial di survei ini.

Direktur Eksekutif LSIN Yasin Mohammad mengatakan, temuan tersebut diperleh melalui pertanyaan tertutup. Dalam pertanyaan tertutup ini, LSIN juga mencoba mengukur dengan berbagai simulasi calon atau tokoh yang diajukan kepada respondennya.

“Dengan simulasi 10 nama, 3 nama tetap mendominasi. Ganjar Pranowo 25%, Anies Baswedan 21%, dan Prabowo Subianto 13%,” kata Yasin dalam paparannya secara daring, Sabtu (30/10/2021).

Sementara, untuk simulasi 8 calon, tiga nama tersebut masih mendominasi di peringkat teratas. Dimana, Ganjar memperoleh elektabilitas sebesar 27%, Anies Baswedan 21%, dan Prabowo Subianto 14%. “Dengan simulasi 5 nama, 3 nama juga tetap mendominasi. Ganjar Pranowo 31%, Anies Baswedan 24%, dan Prabowo Subianto 14%,” ujarnya.

Yassin memandang, munculnya tiga nama Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto menunjukkan bahwa kontestasi kandidat saat ini masih didominasi karena faktor popularitasnya sendiri. Elektabilitas Capres, kata dia, lebih banyak ditentukan karena faktor popularitasnya sendiri dibanding faktor lain.

“Capaian elektabilitas Capres masih belum mengarah pada karena faktor kinerja, ideologi politik, atau faktor-faktor fundamental lainnya,” tutur dia.

Survei dilakukan pada periode 8-13 Oktober 2021 dengan responden penduduk Indonesia berumur minimal 17 tahun. Mereka pernah menjadi responden LSIN pada survei-survei sebelumnya.

Pengumpulan data dilakukan melalui telepon dengan panduan kuesioner oleh surveyor telepolling yang tersebar di seluruh provinsi. Survei nasional melibatkan 1.200 responden dengan tingkat kepercayaan survei ini adalah 95% dan margin of error sebesar ± 2,8%.[sindonews.com]